Showing posts with label berita. Show all posts
Showing posts with label berita. Show all posts

Hentikan Tayangan Kuis Berhadiah di TV

Samarinda (ANTARA News) - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Samarinda, Kaltim, KH Zaini Naim mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menghentikan tayangan kuis berhadiah.

"Kuis berhadiah itu merupakan bentuk perjudian sehingga seharusnya tidak ditayangkan di televisi," katanya di Samarinda, Sabtu.

Ia mengatakan penayangan kuis pada tengah malam juga bukan sebagai solusi.

"Kami sebatas memberikan nasehat namun yang berkepentingan menghentikan dan menindak penayangan kuis berhadiah tersebut adalah KPI," kata Zaini.

Zaini Naim meminta KPI segera menidak stasiun televisi yang menayangkan kusi berhadiah tersebut.

"Diminta ataupun tidak, jika sebuah tayangan yang dinilai dapat merusak moral, KPI seharusnya langsung bertindak. Minimal memberikan teguran tetapi jika tetap melanggar stasiun televisi tersebut harus diberi sanksi tegas," katanya.

Kuis berhadiah yang ditayangkan beberapa stasiun televisi, menurut dia, tidak memberi dampak positif bagi masyarakat tetapi justru sebaliknya.

"Apalagi pembawa acara kuis tersebut berpakaian seronok sehingga hal itu tidak mencerminkan budaya bangsa tetapi justru merusak moral. Dua aspek yang mendasari penayangan kusi berhadiah tersebut harus dihentikan yakni adanya unsur judi dan pornoaksi," kata Zaini.

Selain tayangan kuis berhadiah, ia mengungkapkan banyak siaran televisi mengabaikan norma agama.

"Mestinya, tayangan televisi menjadi media yang dapat mencerdaskan dan memperbaiki moral generasi muda. Namun justru saya melihat masih banyak tayangan televisi seperti sinetron dan film yang menayangkan prilaku kekerasan dan pornoaksi. Jika terus dibiarkan hal ini tentunya akan sangat berbahaya bagi moral generasi muda," Zaini Naim.

Ketua MUI Samarinda itu juga meminta peran orang tua untuk membentengi anaknya dari pengaruh negatif tayangan televisi.

Selain penayangan televisi, Zaini Naim juga menyatakan banyak kegiatan yang digelar di tengah masyarakat maupun pemerintah mengarah perjudian.

"Gerak jalan santai yang memungut biaya dari peserta kemudian menjanjikan hadiah, itu masuk dalam praktik perjudian," katany.

Jika hasil pemungutan dana itu dimaksudkan untuk sumbangan bagi korban bencana ataupun kegiatan sosial lainnya bukan termasuk kategori judi sepanjang penyelenggara tidak menjanjikan hadiah kepada peserta sehingga motivasi orang yang mengikuti kegiatan tersebut hanya untuk mendapatkan hadiah, katanya.

"Jadi, diperlukan peran ulama untuk menyampaikan pemahaman kepada masyarakat maupun pemerintah untuk menghindari kegiatan yang mengarah judi," katanya.(*)

Sumber

Pupuk Dan Tumbuhkan Cita-Cita Sang Anak

Setiap orangtua pasti ingin anaknya meraih cita-cita yang diinginkan oleh anaknya. Ada anak yang ingin menjadi dokter, pilot, pramugari, tentara dan masih banyak lainnya. Dukungan dan usaha adalah modal sang anak untuk meraih cita-cita yang diingingkannya kelak.

Ada beberapa Cara untuk Memupuk dan Menumbuhkan Cita-Cita Sang Anak. Mau tahu carannya ? Simak ulasan berikut :

Beri dukungan
Ada anak yang ingin menjadi seorang perdana menteri. Bila anak kita ingin melakukan sesuatu yang luar biasa, jangan dianggap angin lalu. Beri dukungan agar ia berjuang mewujudkannya.

Beri Tantangan
Meminta anak-anak untuk selalu mengenakan pakaian berbahan katun wol menimbulkan kesan seolah-olah dunia ini lebih menakutkan dari kenyataan yang sebenarnya. Sebaliknya, berilah tantangan-tantangan tertentu kepada anak-anak, yang mendorong mereka berpikir luas. Kemudian, rayakan keberhasilannya.

Kenali Dunia Luas
Beri kesempatan kepada anak-anak untuk melihat berbagai hal baru, tempat-tempat baru, dan untuk bertemu orang-orang baru. Tidak ada orang yang bisa mengubah dunia ini dengan hanya mengurung diri di rumah. Bawa mereka jalan-jalan.

Beli Buku
Merupakan hal biasa bila seorang pengarang mendorong orang membeli buku. Membaca bisa memperluas wawasan dan menjadi sumber inspirasi cita-cita. Karena itu, biasakan diri membeli buku.

Mengagumi Tokoh
Tidak ada salahnya bila kita mengagumi tokoh atau pahlawan tertentu. Kenyataannya, itu bisa menjadi cara brilian agar fokus pada cita-cita atau ambisi tertentu. Dorong anak-anak belajar bagaimana tokoh atau pahlawan favorit mereka mengukir prestasi dan cita-cita serta bagaimana semua itu dirintis.

Main Peran
Permainan kreatif bisa memicu berkembangnya kreativitas. Biasanya anak-anak melakukan ini secara naluriah. Namun, lebih baik lagi bila kita mendorong dan membuat skenario tertentu untuk mereka mainkan.

Bermain Berkelompok
Anak-anak akan tumbuh semakin percaya diri bila rutin bermain bersama anak-anak lain. Di sana, mereka juga belajar bagaimana cara mempengaruhi orang lain.

Terima Perubahan
Bila sebelumnya anak kita sangat ingin menjadi astronot dan hari ini tiba-tiba sangat ingin menjadi pilot, jangan mengejeknya. Perubahan itu mungkin terjadi setelah ia berpikir panjang dan akhirnya merasa kalau menerbangkan pesawat lebih mudah dicapai daripada menjadi astronot.

Bukan Soal Uang
Jangan memaksa anak-anak mengejar karier tinggi-tinggi. Dalam hidup ini, ada hal lain yang lebih mulia dari pada uang.

Semua Bisa Terjadi
Setiap individu merupakan pribadi yang unik. Dunia saat ini jauh lebih egaliter daripada sebelumnya. Apapun bisa terjadi bila kita mau mencapainya dengan sepenuh hati. Jangan menyia-nyiakan cita-cita atau impian.

Sumber
Briptu Norman Kuliah Gratis di UBK

Briptu Norman Kuliah Gratis di UBK

Kabar baik tengah melingkupi anggota Brimob Polda Gorontalo, Briptu Norman Kamaru, yang tengah menjadi "selebriti" karena video menyanyinya tersebar luas di dunia maya. Setelah diizinkan masuk dapur rekaman, Senin (11/4/2011), ia mendapat beasiswa dari Universitas Bung Karno (UBK) untuk menempuh pendidikan S-1 di Fakultas Hukum UBK secara gratis.

Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Pendiri Universitas Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri. Menurut putri Presiden pertama RI itu, penghargaan tersebut merupakan apresiasi bagi Briptu Norman, yang telah menghibur masyarakat melalui videonya.

"Penghargaan ini sebagai apresiasi atas segala prestasi yang didapat oleh Briptu Norman dalam menciptakan suatu pencitraan yang baik bagi Kepolisian RI," ujar Rachmawati dalam kata sambutannya di Aula UBK, Jakarta.

Rachmawati mengaku telah lama menjalin hubungan erat dengan Brimob. Ia berharap penghargaan yang diberikan kepada Briptu Norman mampu mempererat hubungan antara Kepolisian RI dan UBK.

"Sejak saya kecil, ayah saya (Soekarno) mempunyai hubungan yang erat dengan anggota Brimob yang berjuang dalam operasi pembebasan Irian Barat. Jadi, bagi saya tidak ada keanehan," kata Rachmawati.

Selain mendapatkan beasiswa, Briptu Norman juga mendapatkan satu buah sepeda motor. Para petinggi Polri turut hadir dalam acara ini, seperti Kabid Humas Polri Kombes Boy Rafli Amar.

Seperti diberitakan, aksi Norman dalam video berjudul "Polisi Gorontalo Menggila" membuat namanya melambung bak artis Ibu Kota. Dalam video tersebut, Norman tampak hafal betul membawakan lagu yang berjudul "Chaiyya-Chaiyya" dengan menirukan gerakan penyanyi asal India, Shahrukh Khan.

Sumber : Kompas.com

Hahahaha.!! mas Norman emang lagi hoki ya. di lain waktu saya coba ikut mejeng di Youtube ah.. siapa tau bisa hoki.
Berhentilah Sekolah Sebelum Terlambat!!

Berhentilah Sekolah Sebelum Terlambat!!

Oleh Yudhistira ANM Massardi

ILUSTRASI: Sekolah-sekolah hanya membunuh kreativitas para siswa. Maka, harus dilakukan revolusi di bidang pendidikan yang lebih mengutamakan pembangunan kreativitas.

KOMPAS.com - Jika orientasi pendidikan adalah untuk mencetak tenaga kerja guna kepentingan industri dan membentuk mentalitas pegawai, --katakanlah hingga dua dekade ke depan--, yang akan dihasilkan adalah jutaan calon penganggur. Sekarang saja ada sekitar 750.000 lulusan program diploma dan sarjana yang menganggur.

Jumlah penganggur itu akan makin membengkak jika ditambah jutaan siswa putus sekolah dari tingkat SD hingga SLTA. Tercatat, sejak 2002, jumlah mereka yang putus sekolah itu rata- rata lebih dari 1,5 juta siswa setiap tahun.

Dalam "kalimat lain", ada sekitar 50 juta anak Indonesia yang tak mendapatkan layanan pendidikan di jenjangnya. Jadi, untuk apa sebenarnya generasi baru bangsa bersekolah hingga ke perguruan tinggi?

Jika jawabannya agar mereka bisa jadi pegawai, fakta yang ada sekarang menunjukkan orientasi tersebut keliru. Dari sekitar 105 juta tenaga kerja yang sekarang bekerja, lebih dari 55 juta pegawai adalah lulusan SD! Pemilik diploma hanya sekitar 3 juta orang dan sarjana sekitar 5 juta orang. Jika sebagian besar lapangan kerja hanya tersedia untuk lulusan SD, lalu untuk apa anak-anak kita harus buang-buang waktu dan uang demi melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi?

Sir Ken Robinson, profesor pakar pendidikan dan kreativitas dari Inggris, dalam orasi-orasinya, yang menyentakkan ironisme: menggambarkan betapa sekarang ini sudah terjadi inflasi gelar akademis sehingga ketersediaannya melampaui tingkat kebutuhan. Akibatnya, nilainya di dunia kerja semakin merosot.

Lebih dari itu, ia menilai sekolah-sekolah hanya membunuh kreativitas para siswa. Maka, harus dilakukan revolusi di bidang pendidikan yang lebih mengutamakan pembangunan kreativitas.
Paul Krugman, kolumnis The New York Times yang disegani, dalam tulisannya pada 6 Maret 2011, menegaskan fakta-fakta di Amerika Serikat bahwa posisi golongan kerah putih di level menengah— yang selama beberapa dekade dikuasai para sarjana dan bergaji tinggi--, kini digantikan peranti lunak komputer. Lowongan kerja untuk level ini tidak tumbuh, malah terus menciut. Sebaliknya, lapangan kerja untuk yang bergaji rendah, dengan jenis kerja manual yang belum bisa digantikan komputer, seperti para petugas pengantaran dan kebersihan, terus tumbuh.

Kreativitas dan imajinasi

Fakta lokal dan kondisi global tersebut harus segera diantisipasi oleh para pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan. Persepsi kultural dan sosial yang mengangankan bahwa semakin tinggi jenjang pendidikan semakin mudah mendapatkan pekerjaan adalah mimpi di siang bolong!

Namun, jika orientasi masyarakat tetap untuk "jadi pegawai", yang harus difasilitasi adalah sekolah-sekolah dan pelatihan-pelatihan murah dan singkat. Misalnya untuk menempati posisi operator, baik yang manual seperti pekerjaan di bidang konstruksi, manufaktur, transportasi, pertanian, ataupun yang berbasis komputer di perkantoran.

Untuk itu, tak perlu embel-embel (sekolah) "bertaraf internasional" yang menggelikan itu karena komputer sudah dibuat dengan standar internasional. Akan tetapi, kualitas peradaban sebuah bangsa tak cukup hanya ditopang oleh para operator di lapangan. Mutlak perlu dilahirkan para kreator yang kaya imajinasi. Oleh karena itu, seluruh potensi kecerdasan anak bangsa harus dibangun secara lebih serius yang hanya bisa dicapai jika rangsangannya diberikan sejak usia dini.

Maka, diperlukan metode pengajaran yang tak hanya membangun kecerdasan visual-auditori-kinestetik, juga kreativitas dan kemandirian. Kata kuncinya adalah "kreativitas" dan "imajinasi"; dua hal yang belum akan tergantikan oleh komputer secerdas apa pun!

Zaman terus berubah. Sistem pendidikan dan paradigma usang harus diganti dengan yang baru. Era teknologi analog sudah ketinggalan zaman. Kini kita sudah memasuki era digital. Itu artinya, konsep tentang ruang dan waktu pun berubah.

Hal-hal yang tadinya dikerjakan dalam waktu panjang, dengan biaya tinggi, dan banyak pekerja, jadi lebih ringkas. Maka, tujuan paling mendasar dari suatu sistem pendidikan baru harus bisa membangun semangat "cinta belajar" pada semua peserta didik sejak awal. Dengan spirit dan mentalitas "cinta belajar", apa pun yang akan dihadapi pada masa depan, mereka akan bisa bertahan untuk beradaptasi, menguasai, dan mengubahnya.

Membangun semangat "cinta belajar" tak perlu harus ke perguruan tinggi. Kini seluruh ilmu pengetahuan sudah tersedia secara digital, bisa diakses melalui komputer di warnet ataupun melalui telepon genggam. Jadi, cukup berikan kemampuan menggunakan komputer, mencari sumber informasi yang dibutuhkan di internet, dan bahasa Inggris secukupnya karena di dunia maya tersedia mesin penerjemah aneka bahasa yang instan.

Anak-anak cukup sekolah 12 tahun saja (mulai dari pendidikan anak usia dini, PAUD)! Mereka tidak usah jadi pegawai. Dunia kreatif yang bernilai tinggi tersedia untuk mereka, sepanjang manusia masih ada.

Penulis adalah Sastrawan; Pengelola Sekolah Gratis untuk Dhuafa, TK-SD Batutis Al-Ilmi Bekasi

Sumber : Kompas.com

Tsunami di Jepang 11 Maret 2011

Duka mendalam tengah meliputi kawasan Jepang, gempa 8.8 SR yang disusul dengan gelombang tsunami setinggi 4 meter tersebut meluluhlantakkan daerah wilayah timur laut Jepang. Kantor berita Associated Press melaporkan tentang kejadian Gempa dan Tsunami di jepang ini, bahwa Gempa sudah terasa pada pukul 14.46 waktu setempat. Sekitar selang 30 menit kemudian terjadi gempa susulan dengan kekuatan 7,4 SR . Namun menurut pantauan Badan Survei Geologi AS menilai bahwa gempa pertama berkekuatan 8,8 SR dengan berpusat di kedalaman 24,3 km sekitar 130 km di sebelah timur Sendai di pulau utama Honshu Jepang.

Setelah kejadian gempa dengan kekuatan 8,8 SR tersebut yang menimpa Jepang, pihak Badan Meteorologi Jepang langsung mengeluarkan peringatan tsunami diseluruh daerah pesisir pantai timur Jepang, yang menghadapi Samudera Pasifik. Ternyata peringatan Tsunami di jepang tersebut bukan hanya untuk negara itu, Pusat Peringatan Tsunami Pasifik di Hawaii telah menyatakan peringatan Tsunami akibat gempa di jepang untuk beberapa negara antara lain, Rusia, Pulau Marcus, dan Kepulauan Mariana.

Selain beberapa negara diatas, peringata Tsunami akibat gempa di jepang juga dikeluarkan untuk negara lain, termasuk indonesia, Guam, Taiwan, Filipina, dan untuk negara bagian Hawaii, AS.

Ini adalah beberapa foto-foto bencana tsunami di jepang yang mengerikan.

















Mari kita berdoa untuk saudara-saudara kita disana semoga mereka diberi kesehatan, keselamatan, ketabahan dan kesabaran atas bencana ini.

Sumber : disini